Akses database soal dan rekap nilai siswa.
Total Soal Terinput: 0 Soal
Halaman Materi: 1 / 7
Beriman kepada qada dan qadar merupakan rukun iman yang keenam dalam ajaran agama Islam. Mari kita pahami maknanya satu per satu:
Secara bahasa berarti hukum, ketetapan, atau kehendak. Secara istilah adalah ketetapan Allah Swt. sejak zaman azali (sebelum segala sesuatu diciptakan) tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluk-Nya.
Secara bahasa berarti kepastian atau ukuran. Secara istilah adalah perwujudan atau realisasi dari ketetapan Allah Swt. (qada) terhadap makhluk-Nya dalam bentuk dan ukuran tertentu yang terjadi pada waktu yang ditentukan.
💡 Qada (Rencana Allah) + Qadar (Pelaksanaan Allah) = TAKDIR
Kewajiban mengimani qada dan qadar dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur'an. Berikut adalah salah satu firman Allah Swt. dalam Surah Al-Qamar ayat 49:
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir)."
(Q.S. Al-Qamar: 49)
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, tidak terjadi secara kebetulan. Semuanya telah diciptakan Allah dengan ukuran, porsi, dan ketentuan yang maha presisi. Selain itu Allah juga berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 38:
"Dan ketetapan Allah itu adalah suatu ketetapan yang pasti berlaku."
(Q.S. Al-Ahzab: 38)
Meskipun qada dan qadar sering disebut secara bersamaan dengan istilah "takdir", keduanya memiliki perbedaan mendasar dari sisi tahapan pelaksanaannya:
Contoh Kasus: Allah telah menetapkan sejak awal (Qada) bahwa Fulan akan menjadi dokter di usia 25 tahun. Pada saat usianya menginjak 25 tahun, ia benar-benar lulus menjadi dokter. Peristiwa lulusnya Fulan pada hari itu adalah perwujudan atau "Qadar" dari Allah Swt.
Takdir Allah Swt. dibagi menjadi dua macam. Klik tombol di bawah ini untuk melihat penjelasan lengkapnya:
Takdir mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah Swt. yang pasti berlaku dan manusia tidak diberikan peran untuk mengubahnya melalui ikhtiar atau usaha.
Ini merupakan hak prerogatif Allah semata. Kewajiban kita hanyalah menerima dengan ikhlas dan sabar.
Takdir muallaq adalah ketentuan Allah Swt. yang mengikutsertakan peran aktif (ikhtiar) dan doa dari manusia itu sendiri.
Allah memberikan kita akal dan tenaga untuk berusaha meraih hasil yang terbaik.
Mengimani qada dan qadar akan membawa dampak psikologis yang luar biasa. Berikut adalah hikmah utamanya:
Karena masa depan dirahasiakan, kita terdorong untuk terus berikhtiar tanpa henti memperebutkan takdir terbaik.
Sadar bahwa semua kesuksesan dan kecerdasan semata-mata adalah karunia dan izin dari Allah, bukan sekadar kehebatan diri sendiri.
Saat menghadapi musibah atau kegagalan, hati menjadi kuat karena yakin ada rencana Allah yang jauh lebih indah di baliknya.
Rasa khawatir berlebihan akan masa depan sirna, tergantikan oleh sikap berserah diri penuh kepada sebaik-baik Pengatur Skenario.
Keimanan terhadap qada dan qadar harus dibuktikan dalam perilaku nyata sehari-hari. Pilih lingkungan di bawah ini untuk melihat contoh perilakunya:
📌 Poin-poin Penting untuk Diingat:
Anda dapat kembali ke halaman utama atau langsung memulai ujian evaluasi dari sini untuk menguji pemahaman Anda.
Mapel
Mata Pelajaran
Jawaban Benar: 0
Jawaban Salah: 0